Boomingnya Era India Mobile Commerce

Prev1 of 2

Promo flipkart

INDIA-Wanita888.com : Seorang wanita warga India bernama Varsha Deerpaul berusia 32 tahun mengatakan bahwa untuk berbelanja saat ini tidak lagi harus pergi ke mal favorit di Saket daerah Selatan Delhi, India.

Zaman telah berubah. Sebaliknya, dia kini lebih memanjakan diri dalam menentukan belanja ritel ” mostly on the go” melalui smartphone Samsung nya.

Sebagai contoh, selama perjalanan sehari-hari untuk bekerja, Deerpaul menghabiskan sebagian besar waktunya browsing melalui penawaran terbaru pada e-commerce ‘Flipkart’ dan ‘Jabong’ dilansir dari CNBC.

“Jika saya ingin membeli gaun, saya mungkin akan harus mengelilingi banyak toko-toko sebelum memutuskan untuk satu pilhan yang dibeli, dan yang jelas membuang terlalu banyak waktu dan usaha. Tapi sekarang, saya dapat dengan mudah menelusuri 20-30 gaun dan ada diskon yang menggiurkan dalam kurun waktu setahun. Ini sangat mudah dan pada saat aku mencapai stasiun kota, aku akan memutuskan apa yang aku inginkan, ” kata Senior Eksekutif HRD kepada CNBC.

Dengan aktivitas dan kesibukan konsumen seperti Deerpaul, tidaklah mengherankan bila perusahaan e-commerce India berlomba untuk membuat aplikasi mobile online, dengan support platform web mobile juga dilakukan oleh perusahaan fashion online ‘Myntra’ awal tahun ini.

Ezra Bailey | Iconica | Getty Images

Ezra Bailey | Iconica | Getty Images

Daya Beli Mobile Commerce Meningkat Signifikan

Baru-baru ini, Flipkart salah satu pemain terbesar e-commerce Negara India meluncurkan situs mobile baru pada 9 November, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam browsing dengan standalone aplikasi.

“Pada bulan Juli 2014, kami memiliki sekitar 15% dari transaksi yang berasal dari ponsel. Dalam setahun, konsumen meningkat dari 15% menjadi 70%. Sungguh luar biasa. Ini semacam revolusi sulit diduga dan tak terprediksi sebelumnya dan kami harus siap dengan support seluruh produk untuk menghadapi itu, ” ujar Kepala Produksi Flipkart, Punit Soni pada bulan September lalu.

Menurut sebuah laporan yang dirilis pada bulan april oleh perusahaan market riset Zinnov, pasar mobile commerce India bias melonjak menjadi $ 19 miliar pada 2019 atau naik 850% dari saat ini dari $ 2 miliar.
Melonjaknya penjualan smartphone di negara terpadat kedua di dunia di tengah gelombang penjualan handset murah adalah sebagai pemicu utama.

Proyeksi oleh Cisco menyebutkan jumlah pengguna smartphone di India bias mencapai 651juta pada tahun 2019, melompat lima kali lipat dari 140 juta pada akhir tahun2014.

Dari penelitian yang dirilis pada bulan Februari, mencatat lonjakan 54% dalam jumlah pengguna smartphone di 2014 sebagai harga rata-rata handset atau gadget sekitar $150 atau Rp. 2jutaan tahun lalu dan dengan meningkatnya penetrasi smartphone di pedesaan India.

Dengan ketersediaan ponsel murah, analis percaya ini akan membantu meningkatkan penggunaan internet melalui handset mobile dan berdampak langsung kepada belanja online.

“India memiliki peluang besar untuk mobile commerce. Ini adalah pertama kalinya mayoritas orang India yang mendapatkan terhubung ke internet. Mereka menemukan produk dengan biaya yang lebih rendah dari mereka belum pernah lihat sebelumnya, dan mereka mendapatkan produk yang tidak tersedia di pasar mereka sebelumnya. Jadi ini adalah kesempatan besar, ” ujar FreeCharge co-founder Sandeep Tandon.

Yang pasti, kendala yang mengancam untuk menghalangi potensi pertumbuhan mobile commerce di India tetap banyak sekali.

Salah satunya fokus India pada penggunaan kas dan masalah keamanan tentang e-transaksi menciptakan gesekan dengan pasar belanja online yang sedang berkembang, analis mengatakan. Pemain besar adalah waspada terhadap ‘Cash on Delivery’ sistem seperti itu tenaga kerja intensif, dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan uang tunai dari ambang pintu konsumen.

Selain itu, kekurangan infrastruktur logistik India menciptakan tantangan bagi e-pengecer untuk menawarkan layanan pengiriman cepat, sementara kurangnya infrastruktur telekomunikasi yang stabil di seluruh negeri juga bisa membatasi laju pertumbuhan penjualan online.

 

Prev1 of 2

Related News

Dibaca 233 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz
Read previous post:
Ini 9 Sensasi Wanita Paling Dibenci Pria

Wanita selalu ingin tampil beda demi memikat hati pria. Tapi, tanpa disadari mereka melakukan dengan cara yang salah.

Close