Bukan hanya di Arab Saudi, Wanita juga Dilarang Mengemudi di New York

Frimet Goldberger (23) menceritakaan wanita dilarang mengemudi di desa pinggiran New York, Kiryas Joel | pri.org

Frimet Goldberger (23) menceritakaan wanita dilarang mengemudi di desa pinggiran New York, Kiryas Joel | pri.org

NEW YORK – Wanita888.com : Mendengar kata New York bisa jadi yang tercermin adalah modernitas dengan segala kebebasan berpikir. Tapi ternyata di salah satu daerah negara bagian berpopulasi terbesar keempat di Amerika Serikat itu, masih berlaku norma konvensional seperti di Arab Saudi, yaitu melarang wanita untuk mengemudi.

Selama ini negara-negara Barat, terutama AS, selalu mengecam larangan mengemudi bagi para perempuan di Arab Saudi. Namun ternyata, tanpa mereka “sadari” wanita juga dilarang mengemudi di New York, salah satu kota terbesar di negeri Paman Sam.

Mengemudi dianggap kasus “luar biasa” buat wanita di desa berpenduduk 21.000 orang di pinggiran New York, Kiryas Joel. Seorang wanita bernama Frimet Goldberger (23) yang tumbuh di Kiryas mengungkapkan kepada media, berada di balik kemudi berbahaya buat wanita. Tidak hanya untuk dirinya tapi juga keluarga. Bila ditemukan wanita mengemudi maka resikonya pelaku dan keluarganya akan dikucilkan, bahkan anak-anaknya dikeluarkan dari sekolah.

Seperti dilansir Public Radio International (PRI), para wanita dari komunitas Hasidic di New York dilarang mengemudikan kendaraan seorang diri. Jika melanggar, maka mereka akan dikucilkan dari masyarakat dan anak-anak mereka bahkan akan dikeluarkan dari sekolah.

Salah seorang wanita dari komunitas Hasidic, Frimet Goldberger mengaku pernah dikucilkan dari masyarakat karena mengemudi. Ayahnya bahkan sempat mengancam akan membunuhnya.

Hidup dengan suaminya, Goldberger mengatakan ia sampai harus meninggalkan komunitas Hasidic agar dapat mengendarai mobilnya sendiri. Goldberger takut ayahnya akan menemukan dirinya dengan menggunakan GPS yang dia pinjam saat belajar mengemudi dan takut mengemudi ke arah yang berlawanan karena hal ini.

Aturan tersebut berasal dari komunitas agama Yahudi Hasidic

Aturan tersebut berasal dari komunitas agama Yahudi Hasidic

Goldberger sekarang tinggal di New York, masih dekat dengan masyarakat Hasidic dan ia masih sering diselimuti kekhawatiran akan tertangkap saat mengemudikan kendaraannya.

Hasidik adalah cabang Judaisme yang mengembangkan spiritualisme melalui popularisasi dan internaliasi mistisisme Yahudi, sebagai aspek funndamental kepercayaan.

Risiko paling parah memang hanya sangsi sosial, dikatakan tidak ada landasan hukum untuk menindak pengemudi wanita. Di Arab Saudi, wanita bisa saja dipenjara bila tertangkap sedang mengemudi.

“Saat tumbuh besar, saya tidak pernah sadar ada kesempatan mengemudi. Tidak ada wanita di keluarga saya atau tetangga yang pernah melakukannya. Kami diajarkan, ‘tznius’, kerendahan kami, adalah taruhannya,” ungkap Goldberger seperti dilansir dari pri.org, pekan lalu.

Mengemudi dianggap lambang perlawanan, kebebasan, dan kemandirian. Di Kiryas wanita seharusnya tetap terikat dengan suami dan komunitasnya. Goldberger memilih untuk keluar, ia kini tinggal di Rockland, daerah tidak jauh dari Kiryas. Goldberger akhirnya punya surat izin mengemudi dan bebas mengemudi ke mana saja.

 

Related News

Dibaca 281 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz
Read previous post:
Yasmin Eleby pilih nikahi dirinya sendiri

Dua tahun sebelum ulang tahunnya yang ke-40, Yasmin Eleby membuat perjanjian dengan dirinya, bahwa jika dia masih lajang ketika dia...

Close