Penyebab Autisme Pada Anak

wanita888autisme12062016

Wanita888.Com : Hingga kini penyebab anak lahir dengan autisme masih menjadi misteri, belum diketahui secara pasti. Namun demikian, menurut National Institute of Neurological Disorder and Stroke, seperti dikutip dari Womenshealthmag, Jumat (10/6/2016) para ahli menyatakan bahwa ada perpaduan genetik dan lingkungan yang memainkan peran besar anak terlahir autis.

Faktor lingkungan yang seperti apa, ini masih belum bisa dijelaskan. Tetapi 7 hal ini sering dikambinghitamkan sebagai penyebab autis.

1. Tingkat asam folat

Ketika memasuki masa kehamilan, seorang Ibu dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan asam folat demi memcegah bayi lahir cacat pada sistem saraf di kemudian hari.

Asam folat ini banyak ditemukan pada bayam, lobak cina, kacang kering dan kacang polong, sereal, biji bunga matahari serta buah-buahan dan sayuran tertentu seperti kentang, tomat, jeruk. Telur, hati, dan produk-produk gandum juga termasuk bahan makanan yang mengandung banyak asam folat.

Sayangnya peneliti dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bahwa berlebihan mengonsumsi asam folat dapat memicu autisme pada bayi yang dikandung.

2. Kebiasaan makan

“Berdasarkan literatur saat ini, belum ada bukti kuat yang mendukung hubungan antara diet dan autisme,” kata Nicole Van Groningen, M.D., internis dari NYU Langone Medical Center.

Banyak orang tua dari anak autis menerapkan diet khusus seperti gluten dan bebas kasein bebas tapi ini tidak berarti bahwa autisme yang terjadi pada anak mereka disebabkan karena orang tua yang mengonsumsi gandum atau susu. “Anak-anak autis yang melakukan diet terbatas menjadi kurang gizi,”kata Van Groningen.

3. Vaksin

Banyak informasi yang beredar seputar hal ini, mulai dari pendapat perorangan hingga lembaga kesehatan.

Sebagai akibatnya, penyakit yang seharusnya bisa diantisipasi dengan imunisasi menjadi tidak tertangani dan justru mendatangkan risiko sendiri bagi yang menolak vaksin tersebut.

Salah satu bahan yang dianggap sebagai penyebab autisme adalah thimerosal, yaitu bahan pengawet di dalam vaksin. Bahan ini dianggap dapat menjadi racun yang menyerang sistem saraf pusat yang menjadi pemicu autisme pada anak.

4. Pola pengasuhan orang tua

Menurut Van Groningen, tidak ada keterkaitan antara gaya pengasuhan dengan risiko autisme.

5. Faktor lingkungan sebagai penyebab satu-satunya

Faktor lingkungan, seperti paparan polutan, bahan kimia seperti pthalates, atau obat-obatan tertentu bukanlah satu-satunya penyebab. Masih ada faktor lain yang memainkan peran lebih besar yakni faktor genetik.

Misalnya, anak laki-laki empat kali lebih mungkin terkena autisme dibandingkan anak perempuan. Dan keluarga yang memiliki satu anak dengan autisme mempunyai risiko memiliki anak lain dengan gangguan tersebut.

“Ada juga banyak hubungan antara autisme dan gangguan genetik lainnya, seperti lemahnya sindroma Rett atau sindrom X “jelas Van Groningen.

6. Mengonsumsi obat antidepresi selama hamil

Tahun lalu, sebuah studi observasi kecil menunjukkan hubungan antara penggunaan antidepresan (SSRI) selama kehamilan dan risiko autisme. “Namun hasil ini belum valid,” kata Van Groningen.

Belum ada bukti cukup kuat yang menunjukkan hubungan antara antidepresan dan autisme.

7. Membiarkan anak menonton televisi terlalu banyak

Setelah anak terdiagnosis autisme, langkah itu ide merupakan yang baik. Batasi waktu menonton televisi, dan perbanyaklah kegiatan yang lebih interaktif, pesan Van Groningen. (rl)

 

Related News

Dibaca 128 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz
Read previous post:
wanita888dell12062016
Perusahaan Yang Memperbolehkan Karyawan Bekerja Dari Rumah

Di jaman era digital seperti sekarang, sebagian perusahaan mulai tertarik mempekerjakan karyawan dari rumah. Dell, salah satu perusahaan teknologi paling...

Close