Sudah 17 Tahun, Gereja Kristus Yesus Berdampingan dengan Masjid Awwabin

Gereja Kristus Yesus di Jalan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat | Kompas | Nur Azizah

Gereja Kristus Yesus di Jalan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat | Kompas | Nur Azizah

JAKARTA – Wanita888.com : Di tengah isu radikalisme yang sedang mengemuka, masih ada potret kerukunan umat beragama di Indonesia yang sangat membanggakan.

Keharmonisan kehidupan beragama tercermin dari pendirian rumah ibadah yang berdekatan namun tetap saling menghormati.

Salah satunya, Gedung Gereja Kristus Yesus yang bersebelahan dengan Masjid Awwabin, Taman Sari, Jakarta Barat. Dua tempat ibadah ini salah satu simbol ke-Indonesian yang sebenarnya. Jumat (3/4/2015), di halaman Gereja tampak berderet kendaraan roda empat milik umat Protestan akan mengikuti misa Jumat Agung.

Di hari yang sama, umat Islam juga menjalankan ibadah shalat Jumat. Khusus hari itu, pengurus masjid mengumandangkan azan dan shalawat dengan suara sayup.

“Kami atur speaker-nya tidak terlalu keras agar tidak menggangu umat Kristiani yang sedang beribadah,” ucap Imam Besar Masjid Awwabin, Arif Haryono, saat ditemui Kompas.com, Jumat (3/4/2015).

John Tjandra, Kepala Rumah Tangga Gereja Kristus Yesus, mengatakan selalu berkordinasi dengan pihak masjid jika ingin melakukan kegiatan apapun, seperti perayaan Natal dan Paskah.

“Kami selalu kordinasi misalnya mau membunyikan lonceng dan apapun karena takut menggangu. Kata pihak masjid, silakan, itu kan ibadah kalian, jalankan saja,” jelas John usai menjalani ibadah Jumat Agung di Gereja Kristus Yesus.

Keharmonisan kehidupan beragama juga tercermin melalui banyaknya kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh kedua institusi tersebut, seperti pengobatan gratis, pemberian sembako, pembangunan tempat ibadah, serta bantuan pengamanan saat ada perayaan di hari-hari besar di agama Islam dan Kristen.

“Kami saling bantulah. Kami juga pernah pinjam masjid untuk pengobatan massal. Bagaimana pun hidup harus saling mengasihi,” kata John.

Meski hanya dibatasi dengan tembok, keduanya tetap hidup berdampingan. Lonceng gereja dan azan terdengar saling bersahutan tanpa berseteru. Sudah 17 tahun, masjid dan gereja ini hidup berdampingan bagai saudara. Sampai detik ini, tidak pernah terjadi gesekan atau konflik antarkedua umat beragama.

Menanggapi fenomena konflik antarumat beragama yang marak terjadi di Tanah Air, Arif menjelaskan bahwa ia selalu menekankan umatnya harus tetap waspada, menghargai, dan menghormati.

“Umat jangan mau diadu domba. Karena agama tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam bentuk apapun,” tutur Arif dikutip dari Kompas.com.

 

Related News

Dibaca 287 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz
Read previous post:
Kisah Guntur, Bocah Lumpuh Penggemar Ariel Noah yang Hidup Tanpa Orangtua

i dalam rumah sederhana di Gang Budi V Nomor 31 RT 04 RW 03 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung,...

Close