Tanda Bahaya, Sulit Merem Lagi Kala Terbangun di Tengah Tidur


Sulit tidur lagi ketika bangun tengah malam

Sulit tidur lagi ketika bangun tengah malam

JAKARTA – Wanita888.com : Kondisi ekonomi, persaingan karir dan masalah rumah tangga membuat sejumlah orang mengalami kesulitan tidur nyenyak. Anda pernah mengalami kondisi ini, sudah tertidur, kemudian terbangun dan sulit tidur kembali? kondisi ini memang sering dialami beberapa orang. Tapi jangan anggap sepele kondisi ini sebab hal ini bisa memicu serangan jantung dan stroke.

Seperti disampaikan peneliti tidur dari Massachusetts General Hospital, John Winkelman bahwa ketika Anda bangun dan tak dapat tidur kembali, dalam istilah medis dikenal juga dengan Restless Leg Syndrome, gangguan neurologis yang disebabkan oleh kelainan pada dopamin, senyawa kimia otak yang mengontrol motorik dan sel saraf.

“Biasanya Anda akan terbangun pada sore hari dan puncaknya tengah malam. Seperti sleep apnea, kondisi ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke,” kata Winkelman, seperti dikutip Prevention, Selasa (4/11/2014).

Winkelman menambahkan, bila kondisi ini sering menimpa Anda, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter untuk diberi resep agar Anda bisa tidur nyenyak dan menghindari penyakit mematikan.

Bangun-tengah-malam-sulit-tidur-lagi-Angpao888-05112014

Kamar Gelap Salah Satu Solusi untuk Susah Tidur

Sering susah tidur? Ternyata bisa diatasi dengan mencoba tidur di kamar gelap. Kondisi yang bener-benar gelap tanpa sedikit pun cahaya.

Menurut peneliti di Ohio State University Wexner Medical Center, seperti dikutip Newsmaxhealth dan Liputan6.com, Minggu (25/8/2013).

Tidur walaupun hanya dengan sedikit cahaya dapat menyebabkan sleep apnea, risiko penyakit jantung, depresi dan kecemasan.

“Meskipun belum jelas sleep apnea menyebabkan depresi, kedua kondisi sering terlihat bersama-sama pada pasien. Penelitian kami menunjukkan bahwa tidur bahkan dengan jumlah cahaya sedikit dapat meningkatkan gejala depresi pada orang-orang dengan sleep apnea,” kata Director of the Sleep Disorders Center di OSU, Ulysses Magalan, MD.

Penelitian ini melibatkan tikus penderita sleep apnea, yang menimbulkan efek dramatis yang meningkatkan depresi dan kecemasan pada tikus saat tidur dengan paparan cahaya. Kemungkinan ini juga berlaku untuk manusia.

“Kita bicara jumlah minimal, lampu malam dengan watt rendah atau bahkan lampu jam alarm dapat memiliki dampak untuk sleep apnea,” kata Dr Magalang.

Apnea adalah masalah umum, terutama di kalangan perokok dan orang-orang kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke dan gagal jantung.

Tanda-tanda yang paling umum yaitu mendengkur keras, mengantuk di siang hari, mudah marah, dan masalah memori.

Tips berikut dapat meningkatkan tidur dan mengurangi paparan cahaya di kamar, yaitu:

1. Gunakan Tirai kamar tebal untuk memblokir cahaya dari luar agar tidak masuk ke kamar.
2. Matikan televisi, komputer, atau perangkat elektronik lainnya sebelum tidur.
3. Pilih jam atau lampu malam hari dengan pencahayaan merah, bukan biru atau hijau.

Related News

Dibaca 424 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz
Read previous post:
Putra Jokowi Galau Cari Pacar, Tapi Tak Berani Naksir Nadine Kaiser

Kecantikan Nadine Kaiser putri Menteri Susi Pudjiastuti hebohkan dunia maya. Bahkan kabar ini sampai ke telinga Kaesang Pangarep putra bungsu...

Close