Tersangka dan Korban Pemerkosaan Menikah di Kantor Polisi


Ilustrasi (dok. Okezone)

Ilustrasi (dok. Okezone)

SEMARANG –  Wanita888.com : Masih ingat kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Supriatno alias Niko terhadap gadis berusia 16 tahun berinisial NIK pada 6 Januari lalu?

Tersangka dan korban itu kini berstatus suami istri setelah mereka menggelar pernikahan sederhana di Majsid Alhidayah Kepolisian Resort Kota Besar Semarang, siang tadi.

Pernikahan digelar setelah keluarga tersangka dan korban menggelar pertemuan dan sepakat berdamai. “Keluarga saya sudah bertemu pihak perempuan. Kami meminta maaf dan sudah dirembuk secara baik-baik,” kata kakak Supriatno, Haryanto, Rabu (28/1/2015).

Meski Supriatno sudah menikahi NIK dan masing-masing keluarga sepakat berdamai, proses hukum tetap berjalan.

“Kami memberi kesempatan buat mereka melangsungkan pernikahan. Tapi proses hukum akan tetap berlanjut,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Djihartono, di kantornya.

Remaja 16 Tahun Diperkosa Teman BBM

Sebelumnya Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, menetapkan mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Niko, sebagai tersangka pemerkosaan terhadap gadis berusia 16 tahun berinsial NIK.

NIK diketahui masih duduk di bangku SMA dan merupakan warga Ketapang Kabupaten Kendal. Dari informasi di Polrestabes, kasus ini bermula usai Niko membeli smartphone Blackberry bekas. Ternyata di dalam handphone tersebut masih tersimpan kontak Blackberry Massenger lama.

Warga Kudus itu lantas mencoba menjalin komunikasi dengan salah satu kontak di BBM, yakni NIK, dan mendapat merespon. Singkat cerita, NIK dan Niko pada Jumat kemarin untuk pertama kalinya mengadakan pertemuan.

Niko kemudian membawa NIK ke kamar nomor A 228 mess atlet Kompleks Kampus Universitas Negeri Semarang, Gunung Pati, Semarang. Pada pukul 23.00 WIB, dugaan pemerkosaan terhadap NIK terjadi di situ.

Ayah NIK, SL yang tidak terima putrinya diperkosa kemudian melaporkan ulah Niko ke Polrestabes Semarang, hari ini. “Minggu malam anak saya pergi ke tempat saudaranya di Ngalitan Semarang. Selasa pagi, anak saya pulang malah cerita telah diperkosa,” kata SL di Semarang, Selasa (6/1/2015).

Dikutip dari Okezone.com, Niko sendiri langsung digelandang ke Polrestabes setelah dilaporkan ayah NIK. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto menyatakan kasus ini masuk dalam Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak.

 

Related News

Dibaca 363 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz
Read previous post:
Bukan hanya di Arab Saudi, Wanita juga Dilarang Mengemudi di New York

Mendengar kata New York bisa jadi yang tercermin adalah modernitas dengan segala kebebasan berpikir.

Close